Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 22 Juni 2010 0 comments

IBUNDA

http://adiost.files.wordpress.com/2008/05/ibunda.jpg

Kalau ibunda membelai rambutmu
Kalau ibunda mengusap keningmu, memijiti kakimu
Nikmatilah dengan syukur dan bathin yang bersujud
Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir dan maujud

Kalau dari tempat yang jauh engkau kangen kepada ibunda
Kalau dari tempat yang jauh ibunda kangen kepada engkau,
Dendangkanlah nyanyian puji-puji tuk Tuhanmu Karena setiap bunyi
Kerinduan hatimu adalah
Sebaris lagu cinta Allah kepada segala ciptaanNya

Kalau engkau menangis
Ibundamu yang meneteskan airmata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan

Menangislah banyak-banyak untuk ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun ibumumenangis karenamu
Kecuali engkau punya keberanian
Untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu
Kalau ibundamu menangis,
Para malaikat menjelma jadi butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda
membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu

Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala
menutup pintu sorga bagimu
Ibu kandungmu adalah ibunda kehidupanmu

Jangan sakiti hatinya, karena
Ibundamu akan senantiasa memaafkanmu.
Tetapi setiap permaafan ibundamu atas setiap kesalahanmu
akan digenggam erat-erat oleh para malaikat
untuk mereka usulkan kepada Tuhan
agar dijadikan kayu bakar nerakamu


(Cuplikan Dari Buku Ibu TamparlahMulut anakmu - Sekelumit Catatan Harian Emha Ainun Nadjib)
Sabtu, 19 Juni 2010 0 comments

Hati terbuat dari apa?



Merenung...

mengulang-ulang kisah dlm beberapa dekade kejadian...

mengalir begitu saja... cepat... bak air bah di musim kemarau....

di bawah pohon ceremai... di tenggarai bulan tak nampak terselìmut kabut hitam... pekat...

di semilir angin malam nan beku beri tanda... bahwa malam ini tak patut u/ di nikmati...

di kelam malam aku masih terpekur pada pendirianku...

mengulang-ulang lagi...

hati ini terbuat dari apa?

dlm memori duka tersaput tawa dan harap2 mengangkasa...
btapa bodoh hati memuja pada asa mengawang-awang...

dgn sayap-sayap patah di luka yg kian menganga...

seraya bertanya-tanya...

hati ini terbuat dari apa?

betapa mudah terbuai mimpi...
di angan-angan tak pasti...
menyesali...
meratapi diri...
ini tak berarti...

kembali ku putar kisah di flashback yang berputar... cepat...
tentang duka berkelebat...
tentang tangis menghebat...

dalam kesiapan menghadap kehilangan... seolah bertanya...
hati ini terbuat dari apa?

ku hirup udara beku malam...
ku hempaskan di rongga dada terdalam... terpejam...
terdiam...

mentafakuri gerak-gerik makhluk Tuhan... merasakan damai kendati perlahan...
tenang...
jiwaku mengawang... melepas semua persoalan lewat titian sujudku nan panjang...

bersandar pada kenyataan... karena aku hidup bukan dlm impian...

di bumi Allah yg tanpa kepastian...
redup atau terang...
gelap atau benderang...

kala hati tertusuk beling kepahitan... bersisa pedih berkepanjangan... seakan meminta jawab...

hati ini terbuat dari apa?

akankah setegar karang di hempas gelombang?

ataukah hanya menjadi puing2 kehancuran...

YA ALLAH...
Rabu, 10 Februari 2010 0 comments

Cinta Sejati


Cinta sejati takkan pernah sanggup tuk diungkapkan
Meski lewat lagu… atau lewat puisi
Cinta sejati tak mudah untuk dilukiskan
Melalui sebentuk langit biru… atau segarnya udara pagi

Cinta sejati takkan pernah bisa beranjak pergi
Meski masanya sirna… dan ceritanya tak lagi putih
Cinta sejati tak mudah untuk digoyah
Walau godaan menderu… dan kenikmatan dunia mengimaji

Hingga esok tak lagi ada
Sejak terasa waktu pertama
Hingga dunia menjadi abadi
Tak berubah semua di hati

By Kenzt pada 2nd, 2008
 
;