Selasa, 15 Juni 2010 0 comments

Wajah & Hati yang Cantik Share

http://azlanmusa.files.wordpress.com/2008/12/bfv.jpg

Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah
Minimal 5 kali sehari dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan oleh
handuk, biarkan menetes dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat,
berdzikir, dan berdo'a.
Untuk menghilangkan stress, perbanyaklah 'olah raga'. Cukup dengan
memperbanyak sholat. Ketika sholat, kita menggerakan seluruh tubuh.
Lalu berkonsultasilah pada Allah SWT dengan dzikir dan do'a

Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyum. Tidak hanya
di bibir tapi juga di hati. Jangan lupa bisikkan 'kata kunci', "Allahuma
Kamma Hassanta Khalqii Fahassin Khuluqii" (Ya Allah sebagaimana engkau telah
memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaqku).
(HR Ahmad).

Untuk punya bibir cantik, bisikkan kalimat-kalimat Allah, tidak
berbohong, atau menyakiti hati orang lain, tidak menyombongkan diri
atau takabur.

Agar tubuh langsing, singset dan mulus, diet yang teratur dengan berpuasa
seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi
puasa nabi Daud AS. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran,
buah-buahan, dan air putih.

Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita
akan banyak dikenal dan disayangi.

" mmmmmhh...bisa?? Insya Allah..

0 comments

wanita-wanita paling berbahagia di dunia

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs070.snc3/13765_1160548810962_1145052749_30424364_1206526_n.jpg
Engkau wanita paling berbahagia dengan agama dan akhlaknya

Tanpa menyanding Permata,Kalung dan Emas

Namun dengan bertasbih,

Laksana kabar gembira yang dilantunkan

Laksana hujan,laksana fajar,laksana sinar yang cerah dan laksana arakan awan

Dalama sujud,do'a,rasa mawas diri dan muroqobah

Dalam renungan diantara cahaya-cahaya Kitab-Nya

Dalam cahaya dari sinar gua (Hira) yang terpancar

Dari Rosu Tuhanmu bagi bangsa Arab dan Romawi

Engkaulah wanita paling berbahagia sejagad raya ini

Dengan kesucian yang terdapat dalam hatimu,yang selalu kau makmurkan dengan taqorrub ilallah











0 comments




Hidup kita di dunia ini sangat sangat terbatas, kemampuan kita terbatas waktu kita juga terbatas dan yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah bahwa keterbatasan itu, kita tidak tahu kapan berakhirnya, besok ? lusa ? bulan depan ? atau tahun depan ? sama sekali kita tidak tahu dan tak seorangpun tahu !

Oleh karena itu kita harus berbuat sesuatu yang membuat hidup kita menjadi Tak Terbatas, mengapa ? karena kita harus selalu khawatir kalau-kalau bekal untuk menghadap ke Pegadilan Allah Yang Maha Adil kelak, tidak cukup !

Ada satu hal yang sangat-sangat mudah dilakukan oleh kita semua yang membuat HIDUP KITA MENJADI TAK TERBATAS, apa itu ? PROSPEK ! yaitu MENGAJAK ORANG LAIN UNTUK BERBUAT BAIK, wah susah tuh ! tidak ada yang susah di Era Teknologi yang serba canggih saat ini, Bagaimana caranya ?

Coba sejenak kita renungkan Sabda Rasulullah SAW : “Siapa saja yang MENGAJAK kepada KEBAIKAN atau PETUNJUK maka ia akan MANDAPATKAN PAHALA SEPERTI PAHALA ORANG TERSEBUT YANG MENGIKUTINYA, yang demikian itu tidak akan mengurangi pahala mereka sedikitpun.” ( Al-Hadits )

artinya apa ? kalau banyak orang yang berbuat baik karena ajakan kita, maka disaat kita diam, atau tertidur bahkan matipun kita akan terus kebanjiran Pahala dari orang-orang yang berbuat baik karena ajakan kita tersebut, wow....enak bukan ? dan itu adalah hal yang sangat mudah.

Masih ingat salah satu langkah dalam MLM agar mendapatkan Passive Income adalah Mengundang orang dikumpulkan dalam satu tempat untuk dimotivasi dan diprospek agar ikut masuk mejadi member.

Nah inilah yang akan kita lakukan dalam dunia Maya  sebagai Media Prospek hanya saja tujuan kita adalah MENGAJAK TEMAN UNTUK BERBUAT BAIK agar kita dan teman-teman kita menjadi MANUSIA YANG TAK TERBATAS dengan MERAIH PAHALA YANG MENGALIR TIADA HENTI

BAGAIMANA KITA SELAMAT dan ORANG LAINPUN TERSELAMATKAN OLEH KITA SEMUA itulah VISI HIDUP Kita.

Sahabat , coba kita bayangkan sejenak betapa dahsyatnya ! kalau ada ratusan atau ribuan orang yang kita undang dan mereka kemudian mengubah hidupnya menjadi lebih baik terhadap sesama dan lebih taat kepada Allah SWT kemudian mereka berlomba-lomba untuk beramal sholeh dan berpartisipasi membantu menyantuni dan memberdayakan para Yatim dan Dhu’afa, lalu para Yatim dan Dhu’afa ini tumbuh dan berkembang menjadi manusia-manusia yang sholeh sholehah dan mandiri yang bernafaat untuk diri, keluarga dan masyarakat serta Agamanya, Subhaanallah, maka darah daging mereka akan menjadi saksi kelak untuk kita semua yang mengajak kepada kebaikan dan petunjuk, bagaimana ? dahsyat bukan ? semudah itulah menjadi MANUSIA UNLIMITED

OK, BAGAIMANA SELANJUTNYA ?




Mari kita lakukakan sekarang juga karena SAAT INI adalah PENENTU MASA DEPAN KITA, dan Kita akan melihat bersama kelak apa yang akan terjadi setelah hal ini kita lakukan secara bersama-sama.
0 comments

Suara Hati SEKAR






Jujur, saya tidak memiliki jawaban yang pasti,
Saya HANYA ingin pulang, kembali ke Pangkuan ALLAH …
Yang dapat saya rasakan adalah Kerinduan yang amat sangat….
Sudah bukan waktunya lagi berlari-lari mencari kebahagian versi dunia tentunya…
Yang setelah saya peroleh semuanya …
Lalu saya merasa bahwa bukan ini, dan bukan itu arti bahagia,..
Lalu DIMANA….?
Dan saya mengayunkan langkah untuk mencari ALLAH,
Dan langkah pertama saya adalah mengenakan Jilbab.

Sumber idenya adalah dari sifat romantisme saya,
Jika saya ingin mendekat kepada kekasih saya…
Maka hal pertama adalah saya harus mempercantik diri,
ALLAH menyukai perempuan yang menutup auratnya dengan hijab,
Perhiasan seorang perempuan muslimah adalah akhlaknya yang solehah,
Orang akan langsung mengenali saya bahwa saya adalah muslim karena jilbab saya,
Karena jika tidak maka saya tidak ada bedanya dengan yang bukan …
Iya HANYA ini langkah awal saya…. HANYA ini.

Kemudian tarikan tarikan ALLAH terus membetot ubun-ubun saya…
Untuk melepaskan semua atribut kejahiliahan saya …

TANPA saya sadari…
Saya mulai mencintai hal-hal yang menuju kepada Sang Pemilik napas saya,
Saya terbawa arus kebaikan,
Saya tenggelam di danau pengajian,
Saya terdampar dipadang illalang yang berisi dzikir,
Saya bermahkotakan Al Quran dan Hadits,
Saya tiba-tiba sangat mencintai tahajud,
Saya menjadi seperti penari dalam kalimat taubah dan hamdalah

Dalam proses kemudian…
Saya mulai meninggalkan rok mini saya,
Berhenti memakai tanktop,
Bahkan blus lengan pendek
Apalagi celana pendek saya jauh saya tanggalkan…
Lalu saya mulai berhenti mewarnai dan meluruskan rambut gelombang saya …
Dan entah mengapa saya merasa lebih cantik…
Dengan membuang jauh-jauh pakaian itu,

Sahabat saya bilang :
“De, yang penting kan hati, loe tidak perlu berjilbab pun loe bisa menjadi baik“
Sahabat saya tidak salah …
Tapi untuk saya, jilbab adalah sarat mutlak untuk taat terhadap ALLAH
Dan sifat sosial saya untuk menjaga diri saya terhadap tarikan tarikan mata Lawan Jenis
Bukankah indah akan semakin indah bila tertutup,
Akan menarik jika ia tidak terlihat,
Akan tetap menjadi misteri,
Yang tidak pernah akan selesai kecuali memiliki,
Sesuatu yang tidak bisa disingkap apalagi disentuh akan menimbulkan kerinduan…
Yang tersembunyi dengan baik dan terjaga akan memiliki nilai yang tinggi…
Tanpa hijab, tidak ada daya tarik, tidak ada KERINDUAN…

Bukankah ALLAH adalah misteri,
Dan tersembunyi maka kita semua merindukanNYA,
bisa dibayangkan jika ALLAH terlihat oleh mata dunia kita kan?

Iya, inilah saya yang tidak pernah punya jawaban…
Mengapa saya tiba-tiba kesetrum dan mengenakan jilbab …
Hanya ALLAH yang memiliki jawabannya
Karena saya tidak sanggup menjawab,

Yang pasti ketika kening menyentuh sajadah,
Ketika airmata tumpah saat tahajud,
Ketika tangan terangkat tinggi-tinggi untuk memohon ampunan,
Ketika titik NOL adalah titik kepasrahan saya…
Atas semua yang ALLAH titipkan kepada saya,
Ketika tidak ada lagi jarak antara ALLAH dan saya,
Ketika jilbab saya menutup dada saya,
Ketika rok panjang semata kaki menjadi perhiasan saya kini,
Maka inilah kebahagian yang sesungguhnya saya CARI kemarin …

Doakan saya kuat dan istiqomah dengan langkah yang saya ayunkan ini …
Doakan saya kuat dan istiqomah dengan tarian tanpa topeng ini,
Dengan dawai tasbih dan hamdallah…
Saya ingin berpulang dengan pakaian yang disukai ALLAH

Ya ALLAH kuatkan saya…
Hingga saya menutup mata,
Mempertanggung jawabkan semua perbuatan saya
Di mahkamah agung milik MU …

Sahabat Perempuanku, kapan lagi Kerinduan Sang Kekasih kita penuhi ? Dia telah memanggil-manggil kita dengan firman-firmanNya yang menentramkan dada, memuaskan akal dan memberi solusi atas segala permasalahan kehidupan :

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min: "Hendaklah mereka mengulurkan JILBABnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS 33:59)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain KERUDUNG ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS 24:31)

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk MENUTUPI `auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian TAKWA itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya `auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.”
(QS 7:26-27)

DARI SAHABATMU SEKAR, http://www.rumah-yatim-indonesia.org/
0 comments

MALAS BELAJAR = MENUMPUK DERITA





“Untuk Sukses Kita Tidak Perlu Menjadi Orang
Pintar Melainkan Kita Cukup Menjadi Orang Yang Mau Terus Belajar”

Keinginan belajar yang kuat mampu mengantarkan manusia menjadi kaya baik harta maupun jiwa.

Ada seorang anak hidup dikeluarga yang sangat kaya. Ia juga anak tunggal yang selalu dimanja oleh kedua orangtuanya sehingga semua kemauannya selalu dituruti. Dengan segala fasilitas yang ada membuatnya tidak pernah mau berusaha sendiri dalam hal sekecil apapun. Ia tdak mau belajar untuk mandiri dan selalu beranggapan bahwa segala sesuatu dapat diperoleh dengan harta yang dimiliki keluarganya.

Keadaan tersebut terus berlangsung sehingga ia dewasa. Semasa sekolah, dirinya tidak pernah belajar dengan serius dan selalu menggampangkan semua masalah yang ada. Orang tuanya sering menasehati agar diwaktu muda jangan mensia-siakan kesempatan yang ada untuk belajar apapun.
”Nak, belajarnya dengan sungguh-sungguh, karena ilmu dapat dijadikan bekal dihari tua” Ucap ayahnya ketika ia masih sekolah.
”Hidup yang penting kaya. Dengan uang semua masalah akan beres” Bantah si anak tidak mau mendengarkan. Dirinya lebih suka melewatkan waktu yang ada dengan main dan main.

”Belajarlah nak, sekecil apapun pasti berguna buat kamu” Nasehat ayahnya dilain waktu disaat si anak sudah mulai dewasa.
”Saya kan sudah tidak sekolah lagi buat apa belajar” Jawab si anak sambil tertawa yang menganggap bahwa belajar hanya dilakukan oleh anak-anak sekolah.
”Belajar itu tidak hanya disekolah, belajar itu bisa dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja” Lagi-lagi ayahnya masih terus berusaha untuk menyadarkan anaknya.
”Alah... santai saja, hidup yang penting ada uang maka segalanya akan beres” si anak tetap bersikukuh tidak mau mendengarkan nasehat ayahnya.

Waktu terus berjalan dan si anak pun sudah berkeluarga namun kelakuannya masih tetap sama sampai ketika ayahnya meninggal dunia. Dirinyapun diwariskan banyak sekali kekayaan.

Awalnya dirinya masih tidak mengubah gaya hidupnya, tapi lama-lama dirinya sadar juga bahwa harta kekayaan yang diwariskan kepadanya kalau tidak dikelola dengan baik maka lama-lama akan habis. Maka dirinyapun bertekad untuk mempertahankan semua yang diwariskan kepadanya. Ia pun mengelola usaha-usaha yang ditinggalkan ayahnya.

Ditangannya usaha yang dirintis orang tuanya bukannya semakin maju melainkan semakin hari semakin mundur dan harta kekayaannya pun ikut menipis. Apapun usaha yang dilakukan tidak dapat mempertahankan semua yang ada bahkan tidak jarang dirinya tidak tahu harus mengambil tindakan apa. Maka dalam waktu yang tidak terlalu lama semua usahanyapun bangkrut dan ia pun jatuh miskin. Dirinya sangat menyesal bahwa selama hidupnya ia tidak pernah mau belajar dan tersadar pula bahwa anggapannya bahwa semua hal didunia ini bisa dibeli dengan uang tidaklah benar. Ia meratapi nasibnya sekarang yang telah menjelma menjadi orang miskin dan merasa bersalah karena tidak mendengar nasehat ayahnya.

Beruntung dirinya tidak larut dalam kesedihan dan keterpurukannya, dan dirinya pun sudah paham bahwa harta tanpa ilmu maka tidak ada gunanya. Mulai saat itu, ia pun memutuskan diri untuk belajar dan mendadak nasehat ayahnya ketika masih hidup pun terngiang ditelinganya bahwa ”Belajar bisa dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja”

Dirinya pun sudah paham akan nasehat orang tuannya bahwa belajar tidak hanya disekolah tetapi arena pembelajaran yang sesungguhnya adalah kehidupan termasuk belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat. Ia tidak ingin terjebak untuk kedua kalinya dengan kata terlambat. Baginya yang sudah membuang separuh umur hidupnya untuk belajar pun belum terlambat untuk belajar.

Karena ketekunannya untuk mempelajari sesuatu, ia pun merasakan banyak manfaatnya. Semakin banyak belajar semakin membuatnya sadar bahwa dalam hidup ini memang harus terus belajar dan dengan mengerti banyak hal ia baru merasakan dirinya memiliki arti dan bisa menentukan tujuan hidupnya. Dan ia pun membenarkan pesan ayahnya sewaktu hidup bahwa manusia memang bisa belajar dari siapa pun tidak terkecuali orang dibawah kita dan ilmu pun tidak mengenal ruang dan waktu.

Ia terus menapaki kehidupannya dengan segudang rencana masa depan tanpa mau dibayangi oleh masa lalunya yang kelam, pelan-pelan ia pun membangun kembali apa yang pernah menjadi kekayaan keluarganya. Tidak lama kemudian dia berhasil membangun kembali apa yang pernah dirinya hancurkan.

Tak terasa usianya pun sudah mulai senja, ia juga sudah dianugerahi anak dan cucu. Tapi dia masih tetap belajar dalam hal apapun sembari selalu mengingatkan kepada penerusnya untuk tidak meniru separuh hidupnya yang tidak mau belajar dan berhura-hura.

Akhirnya, dirinya pun patut berbangga, ia mampu membangun kembali usaha orang tuanya yang telah dihancurkan bahkan sekarang berkali-kali lipat keberhasilannya dari sebelumnya. SATU PELAJARAN YANG PALING PENTING BAGINYA ADALAH BELAJAR DARI KETIDAKMAUANNYA UNTUK BELAJAR.

”SEMAKIN BANYAK KITA BELAJAR MEMBUAT KITA SEMAKIN TIDAK TAHU YANG TERUS MENDORONG DIRI KITA MENGGALI APA SAJA UNTUK MEMENUHI KETIDAKTAHUAN KITA YANG TANPA SADAR JUSTRU MEMBUAT HATI KITA MENJADI TAHU BANYAK HAL”


Sahabat, Manusia hidup memang tidak pernah terlepas dari proses belajar dan belajar pun tidak berarti hanya melalui pendidikan formal seperti disekolah namun belajar harus diartikan dalam lingkup yang seluas-luasnya.

Apa yang diceritakan oleh kisah diatas memang benar adanya bahwa belajar bisa dimana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli dalam keadaan apapun kita tetap bisa mendapatkan satu ilmu jika kita mau berusaha, ilmu bisa didapat dengan cara membaca, melihat ataupun mendengar. Ilmu pun tidak terbatas. Dan semua ilmu itu penting bahkan yang sangat penting adalah ilmu yang kita petik dari kehidupan baik dari kehidupan kehidupan sendiri maupun orang lain, seperti kita bisa belajar dari kesalahan sendiri yang kelak kita tidak akan mengulanginya, kita juga dapat belajar dari kesalahan orang lain agar tidak mengalami celaka yang sama.

Orang yang maju adalah orang yang tidak pernah lelah untuk belajar, ia tidak akan membiarkan waktunya berlalu tanpa mendapatkan satu pelajaran yang berarti. Ilmu pengetahuan dan ilmu kehidupan memang merupakan barang langka bagi mereka yang tidak pernah mencarinya. Akan tetapi bagi orang yang tahu pentingnya ilmu dan mau mencari tentu tidak susah mendapatkannya. Karena memang ilmu itu ada disekitar kita. Bila ada yang tidak mengerti kita bisa bertanya dan dengan bertanya kita akan mendapat jawabannya.

Selain itu, proses belajar juga merupakan satu cara untuk pendewasaan diri, dengan banyak belajar maka logika kita bisa bekerja lebih baik dan pikirian pun jadi lebih berbobot dengan pertimbangan-pertimbangan yang lebih matang sehingga akan menghasilkan tindakan yang lebih masuk akal.

Orang bijak menyatakan bahwa ”ORANG YANG TIDAK MAU BELAJAR DEKAT DENGAN KEBODOHAN DAN KEBODOHAN DEKAT DENGAN KEMISKINAN” Orang yang bodoh adalah orang yang tidak banyak tahu dan tidak banyak tahu karena tidak pernah belajar, tidak belajar juga menyebabkan pemikiran tidak berkembang, sehingga yang dikuasai hanya itu-itu saja yang otomatis tidak dapat berbuat banyak. Jika tidak dapat berbuat banyak tentu tidak dapat menghasilkan banyak pula, dengan demikian omongan yang bijak itu sangat benar dan beralasan.

Orang yang mau belajar tidak pernah rugi dalam hidupnya, sampai kemanapun dan dimanapun, apa yang didapatkan dari pembelajarannya pasti berguna dan apa yang telah didapatkan selama kita belajar selalu akan melekat dalam diri kita. Ia merupakan kekayaan yang tidak terlihat dan tidak akan habis terpakai karena kekayaan ilmu adalah kekayaan intelektual yang sekaligus kekayaan jiwa yang tidak dapat dirampas, dan kekayaan semacam ini semakin banyak kita memberi ke orang lain akan semakin bertambah.

Sahabat, sekejap saja kita membiarkan waktu berlalu tanpa mencari tahu apa yang terjadi pada waktu itu kita akan ketinggalan. Zaman selalu berubah yang tentu juga membawa perubahan bagi kehidupan itu sendiri, perbaharui isi otak dengan segala informasi terbaru dan bila membutuhkan kita harus merubah cara pandang, kita juga jangan segan-segan untuk melakukannya.

Paradigma belajar itu membosankan dan sudah harus disingkirkan, karena yang dimaksud belajar disini bukan lazim belajar anak sekolah yang menghafal buku-buku pelajarannya. Sekali lagi belajar yang dimaksudkan disini adalah belajar pada semua sektor kehidupan meskipun kita tidak mungkin habis untuk menguasai semuanya, karena memang itu tidak mungkin bisa dilakukan. Akhir kata semakin banyak kita belajar maka semakin banyak pula yang kita dapatkan.

Untuk hidup bahagia Kita hanya perlu melihat dengan seksama disekitar kita.
Renungkan dengan pikiran jernih terhadap apa yang telah kita lihat,
Lalu rasakan dengan nurani atas perenungan itu Setelah itu buka kedua tangan kita untuk merubah yang belum baik Menjadi baik, yang tidak baik menjadi baik dan yang sudah baik menjadi Lebih baik lagi.
0 comments

Rahasia Kehidupan Adalah Memberi dan Berbagi


Sunnah kehidupan mengharuskan adanya strata sosial. Namun perbedaan strata sosial bukanlah pembenar atas prilaku egoisme. Dengan perbedaan ini manusia dapat hidup dengan indah dan harmoni bila saja mereka mau saling berbagi dan memberi. Namun seringkali manusia hanya berpikir, ‘bagaimana caranya saya bisa mendapatkan’, bukan ‘bagaimana saya bisa memberi’.  Padahal hujan turun dari awan ke bumi karena bumi telah memberikan uap airnya kepada awan. Artinya, kita bisa menerima karena kita telah memberi.
Jika kita berkata kepada tanah, “berilah kami tanaman, berilah kami sayuran, berilah kami buah-buahan.”  Maka tanah akan menjawab, “Maaf, saya tidak bisa memberi anda apapun, anda belum mengenal saya, apalagi memberikan sesuatu kepada saya. Seharusnya anda menanami saya benih, menyiram saya, memupuk dan memelihara saya. Setelah itu barulah saya akan memberikan tanaman, sayuran, dan buah-buahan kepada anda.”
Memberi atau berbagi adalah pekerjaan mulia, dan memberi tidak harus dikerdilkan dengan materi. Memberi adalah sebuah dorongan hati yang tulus untuk saling mengisi ruang-ruang kosong dalam kehidupan insan. Memberi adalah sebuah ketulusan tanpa mengharap balasan ataupun sekedar pujian kecuali hanya dari Allah.
Berikanlah sesuatu walau hanya senyuman manis kepada orang lain, niscaya anda akan mendapatkan lebih baik dari sekedar senyum manis. Yakinlah tidak ada yang remeh di hadapan Allah jika dilakukan dengan hati yang tulus ikhlas.

Written By: SentraMuslim on October 29, 2009 8 Comments
 
saling berbagi        
0 comments

Kesuksesan Besar Buah dari Pengorbanan Besar

Written By: SentraMuslim on January 8, 2010
 
jalan sukses“Agar Allah memberi pembalasan kepada setiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya. (Qur’an Surat Ibrahim ayat 51).
Setiap perbuatan pasti membuahkan sesuatu. Buah dari perbuatan buruk adalah keburukan itu sendiri dan buah dari perbuatan baik adalah kebaikan yang sempurna. Hasil yang diperoleh berbanding lurus dengan pengorbanan yang diberikan. Bukankah balasan bagi orang-orang yang gugur di jalan Allah (mati syahid) adalah masuk syurga tanpa dihisab?
Para Nabi dan Rasul adalah orang yang paling tinggi kedudukannya disisi Allah, mengapa? Karena mereka adalah orang yang paling sempurna pengorbanan dan ketaatannya kepada Allah. Karena itu bila kita menginginkan kesuksesan yang besar, maka kita harus mempersembahkan pengorbanan yang besar pula.
Jalan kesuksesan bukanlah jalan yang dihampari oleh permadani indah, melainkan jalan mendaki dan licin yang dipenuhi dengan onak dan duri sehingga untuk mencapainya diperlukan pengorbanan yang panjang dan melelahkan.
Kisah Nabi Ibrahim dan keluarganya, mengajari kita akan arti pengorbanan yang sesungguhnya. Karena taatnya pada Allah, Siti Hajar rela ditinggal sendiri bersama anaknya yang masih bayi di tengah gurun tandus tanpa makanan dan minuman. Karena Allah, Nabi Ibrahim rela menyembelih anak yang sangat dicintainya. Dan karena Allah pula, Nabi Ismail rela mempertaruhkan nyawanya.
Buah dari pengorbanan keluarga Ibrahim telah membuahkan keberkahan. Allah memberkahi mereka dan negeri mereka dengan kedamaian, ketenteraman dan rezeki yang melimpah. Benarlah sebuah ungkapan yang mengatakan, “Resiko positif dari harapan dan usaha adalah kesuksesan dan kebahagiaan, sedangkan resiko negatifnya adalah kegagalan.”
0 comments

Belajar Dari Sebuah Jam

TERJADI dialog antara pembuat jam dengan jam yang sedang dibuatnya. Pembuat jam berkata, “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak sebanyak 31.536.000 (Tiga puluh satu juta lima ratus tiga puluh enam ribu) kali dalam setahun?”, jam itu tersentak, “Enggak mungkinlah saya berdetak sebanyak itu!?”
“Baiklah, bagaimana kalau 86.400 (delapan puluh enam ribu empat ratus) kali dalam sehari?” tawar pembuat jam.
“Delapan puluh enam ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang kecil-kecil begini?” jawab jam penuh keraguan.
“Kalau begitu cukup berdetak 3.600 (tiga ribu enam ratus) kali dalam satu jam, pasti kamu sanggup!” pinta si pembuat jam lagi.
“Sepertinya saya masih belum sanggup berdetak sebanyak itu dalam sejam.” Jam masih saja bimbang dengan kemampuannya.
Akhirnya si pembuat jam berkata, “Sudahlah, sanggupkah kamu berdetak satu kali saja setiap detik?” Jam itu sontak menjawab, “Naah, kalau cuma sekali sedetik sih aku sanggup, kapan aku mulai bekerja?”. “Sekarang!”, seru pembuat jam.
Setelah selesai dibuat, jam itu pun berdetak satu kali setiap detik. Lalu berdetak terus sampai 3.600 kali dalan satu jam. Berlanjut lagi sampai 86.400 kali dalam sehari. Dan tanpa terasa jam itu telah berdetak 31.536.000 kali dalam setahun.
Hikmah dan Pelajaran
Belajar dari jam, kadangkala kita ragu terhadap tugas dan pekerjaan yang kita anggap terlalu berat untuk dilakukan, padahal kita belum mencobanya. Karena itu jangan pernah berkata ‘tidak bisa’ terhadap setiap pekerjaan yang kita anggap berat dan sulit. Sebenarnya kita hanya butuh keberanian untuk mencoba, selanjutnya semua berjalan dan mengalir seperti air.
Banyak gagasan dan pekerjaan besar yang terasa berat untuk dimulai. Maka cobalah memulai dari hal yang kecil dan ringan. Kemudian mulailah membangun sistem dan mekanisme kerja yang baik agar segala sesuatunya berjalan dengan maksimal dan agar keberhasilan itu juga berguna bagi orang-orang di sekitar kita.
Bagaimana caranya untuk memulai? Ya sudah, mulai saja. Bahasa kerennya, start action!
0 comments

Kisah Pencari Kayu


pencari kayu bakarDi hutan belantara ada seorang pencari kayu sedang asyik mengumpulkan kayu, tiba-tiba datang seekor harimau hendak menerkamnya. Tanpa pikir panjang si pencari kayu itupun lari sekencang-kencangnya untuk menyelamatkan diri. Dalam keadaan sangat panik, kakinya terperosok dan ia jatuh kedalam sebuah jurang.
Beruntunglah ia masih sempat menggapai akar pohon yang menjuntai lalu menggenggamnya dengan kuat. Sementara ia berpegangan pada akar, sang harimau tetap menunggunya dimulut jurang dengan taringnya yang tajam siap memangsa si pencari kayu kapanpun juga. Tiba-tiba pula datang dua ekor tikus berwarna putih dan hitam yang mengerogoti akar yang sedang digenggam oleh si pencari kayu, sehingga lama kelamaan akar itu menjadi rapuh. Saat bersamaan ia menengok kedasar jurang ternyata disana banyak ular berbisa yang siap menggigit dan memangsanya ketika ia terjatuh.
Disaat genting itu ia mendongak karena ada sesuatu yang menetes dari atas kepalanya. Ternyata ada madu yang menetes dari sarang lebah sebuah pohon di atas mulut jurang. Si pencuri kayupun membuka mulutnya dan meminum madu yang menetes ke dalam mulutnya. Karena rasa lapar, ia sangat menikmati madu tersebut sampai-sampai ia lupa akan bahaya yang mengancam disekelilingnya.
Hikmah dan Pelajaran
Cerita di atas sangat menarik untuk kita jadikan sebuah perumpamaan hidup. Si pencari kayu itu adalah gambaran seorang manusia, harimau adalah kematian yang selalu mengejarnya kapanpun dan dimanapun. Akar pohon adalah ibarat umur manusia yang selalu berkurang digerogoti oleh tikus putih (waktu siang) dan tikus hitam (waktu malam). Umur manusia selalu berkurang tapi amal kebaikan tidak bertambah, justru perbuatan dosa semakin ditumpuk menggunung tinggi.
Sementara ular-ular berbisa di dasar jurang ibarat siksaan dan azab yang telah disediakan Allah bagi manusia pendosa. Azab kubur menunggu manusia jika ia tidak bisa menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Siksaan selanjutnya adalah api neraka jahannam yang menyala-nyala, yang panasnya seribu kali panasnya api dunia.
Sedangkan tetesan madu adalah kenikmatan dunia yang hanya secuil tapi banyak melenakan manusia. Banyak manusia yang lupa tujuan hidupnya bahkan lupa terhadap Penciptanya hanya gara-gara mengejar kesenangan dunia yang sedikit. Padahal balasan disisi Allah lebih baik dan lebih kekal.
Di tengah situasi seperti demikian, adakah yang bisa menyelamatkan manusia selain iman kepada Allah? Hanya iman yang menyelamatkan nabi Nuh alaihissalam dari bencana air bah. Iman pula yang menyela-matkan nabi Musa alaihissalam dan pengikut-nya dari kejaran pasukan Fir’aun.
Kekuatan iman mampu membedakan mana kaca, mana permata. Mana dunia, dan mana akhirat. Orang beriman tidak mungkin memilih yang fana.
Written By: SentraMuslim on October 28, 2009 
0 comments

SURAT IBU UNTUK ANAK DURHAKA


Wahai Anakku!

Inilah surat dari ibumu yang lemah, yang ditulis dengan pen...uh rasa malu
setelah lama mengalami keraguan dan kebimbangan. Ibu pegang penanya
berkali-kali lantas terhenti, dan ibu letakkan lagi pena itu karena air
mata berlinang berkali-kali yang disusul dengan rintihan hati.



Wahai Anakku!

Sesudah perjalanan waktu yang panjang, ibu rasa engkau sudah dewasa dan
memiliki akal sempurna maupun jiwa yang matang. Sedangkan ibu punya hak
atas dirimu, maka bacalah sepucuk surat ini; dan jika tidak berkenan
robek-robeklah sebagaimana engkau telah merobek-robek hati ibu.



Wahai Anakku!

Dua puluh lima tahun yang lalu adalah hari yang begitu membahagiakan
hidup ibu. Ketika dokter memberitahu ibu, ibu sedang mengandung. Semua
ibu tentu mengetahui makna ungkapan itu, yakni terhimpunnya kebahagiaan
dan kegembiraan, serta awal perjuangan seiring dengan adanya berbagai
perubahan fisik maupun psikis. Sesudah berita gembira itu ibu peroleh,
dengan senang hati, ibu mengandungmu selama sembilan bulan.

Camkanlah wahai Anakku!

Ketuaan mulai nampak dalam belahan rambutmu. Tahun demi tahun akan
berlalu, dan engkau akan menjadi tua renta, sedangkan setiap perbuatan
pasti akan dibalas setimpal. Engkau akan menulis surat kepada setiap
anak-anakmu dengan cucuran air mata, sebagaimana yang ibu tulis untukmu.
Dan di sisi Allah, akan bertemu orang-orang yang berselisih, hai
Anakku. Maka bertakwalah engkau kepada Allah terhadap ibumu. Usaplah air
matanya dan hiburlah agar kesedihannya sirna.



Robek-robeklah surat ini setelah engkau membacanya. Namun ketahuilah,
siapa saja yang beramal shaleh, maka keshalehan itu buat dirinya
sendiri, dan siapa yang berbuat jahat, maka balasan buruk bakal
menimpanya.



"Barangsiapa mengerjakan kebajikan, maka (pahalanya) untuk dirinya
sendiri, dan barangsiapa berbuat jahat, maka (dosanya) menjadi
tanggungannya sendiri. Dan Rabbmu sekali-kali tidaklah menzalimi
hamba-hamba-Nya." (QS. Fushshilat: 46).



Ibu berdiri, tidur, makan dan bernafas dengan susah payah. Namun itu
semua tidak menyebabkan surutnya cinta ibu padamu dan kebahagiaan ibu
menyambut kehadiranmu. Bahkan rasa cinta dan kerinduan ibu padamu tumbuh
subur dan berkembang hari demi hari. Ibu mengandungmu dalam kondisi
yang lemah dan bertambah lemah, payah dan bertambah payah. Ibu sangat
bahagia meski bobotmu semakin berat, padahal kehamilan itu sangat berat
bagi ibu.



Itulah perjuangan yang akan disusul dengan cahaya fajar kebahagiaan
setelah berlalunya malam panjang, yang membuat ibu tidak bisa tidur dan
kelopak mata ibu tak bisa terpejam. Ibu merasakan derita yang sangat,
rasa takut dan cemas yang tak bisa dilukiskan dengan pena dan tak
sanggup diungkapkan dengan retorika lisan. Ibu telah berkali-kali
melihat kematian dengan mata kepala ibu sendiri, sehingga akhirnya
engkau lahir ke dunia ini. Air mata tangismu yang bercampur dengan air
mata kegembiraan ibu telah menghapus seluruh derita dan luka yang ibu
rasakan.



Wahai Anakku!

Telah berlalu tahun demi tahun dari usiamu, dan dirimu selalu ibu bawa
dalam hati ibu. Ibu memandikanmu dengan kedua tangan ibu. Pangkuan ibu
sebagai bantalmu. Dada ibu sebagai makananmu. Ibu berjaga semalaman agar
engkau bisa tidur. Ibu susuri siang hari dengan keletihan demi
kebahagiaanmu. Dambaan ibu tiap hari adalah melihatmu tersenyum. Dan
idaman ibu setiap saat adalah engkau meminta sesuatu yang ibu sanggup
lakukan untukmu. Itulah puncak kebahagiaan ibu.



Itulah hari-hari dan malam yang ibu lalui sebagai pelayan yang tak
pernah menyia-nyiakanmu sedikit pun. Sebagai wanita yang menyusuimu
tiada henti, dan sebagai pekerja yang tak pernah putus hingga engkau
tumbuh dan menjadi seorang remaja. Dan mulailah nampak tanda-tanda
kedewasaanmu. Ketika itu pula, ibu kesana kemari mencarikan calon istri
yang kau inginkan. Lalu tibalah saat pernikahanmu. Denyut jantung ibu
terasa berhenti dan air mata ibu deras bercucuran karena gembira melihat
hidup barumu dan karena sedih berpisah denganmu.



Saat-saat yang begitu berat telah lewat. Namun engkau seolah bukan lagi
anak ibu, seperti yang ibu kenal selama ini. Sungguh engkau telah
mengabaikan diri ibu dan tidak mempedulikan hak-hak ibu. Hari-hari
berlalu dan ibu tidak lagi melihatmu dan tidak pula mendengar suaramu.
Engkau masa bodoh kepada ibu yang selama ini menjadi pelayan yang
mengurusimu.



Wahai Anakku!

Ibu tidak meminta apa pun selain posisikanlah diri ibu ini seperti
kawan-kawanmu yang terdekat denganmu. Jadikanlah ibu sebagai salah satu
terminal hidupmu sehari-hari, sehingga ibu dapat melihatmu meskipun
sekejap.



Wahai Anakku!

Punggung ibu telah bongkok. Anggota tubuh ibu telah gemetaran. Beragam
penyakit telah membuat ibu semakin ringkih. Rasa sakit senantiasa
mendera ibu. Ibu sudah susah untuk berdiri maupun duduk, namun hati ibu
masih sayang padamu.



Andaikan ada seseorang yang memuliakanmu sehari, tentu engkau akan
memuji kebaikannya dan keelokan budinya. Padahal, ibumu ini telah
benar-benar berbuat baik kepadamu, namun engkau tak melihatnya dan tak
mau membalas kebaikannya. Ibumu telah menjadi pelayanmu dan telah
mengurusmu bertahun-tahun. Lantas manakah balas budi dan hak ibu yang
harus engkau tunaikan? Sekeras itukah hatimu? Apakah hari-hari sibukmu
telah menyita seluruh waktumu?



Wahai Anakku!

Ibu merasakan kebahagiaan dan kegembiraan bertambah saat melihatmu hidup
bahagia, karena engkau adalah buah hati ibu. Apa salah ibu sehingga
engkau memusuhi ibu, tak suka melihat ibu, dan engkau merasa berat untuk
mengunjungi ibu? Apakah ibu pernah berbuat salah padamu atau pelayanan
ibu kurang memuaskanmu?



Jadikanlah ibu seperti pelayan-pelayanmu yang engkau beri upah.
Curahkanlah setitik kasih sayangmu. Renungkanlah jasa ibu dan berbuat
baiklah. Sungguh, Allah amat menyukai orang-orang yang berbuat baik.



Wahai Anakku!

Ibu sangat berharap bisa bersua denganmu. Ibu tak ingin apapun selain
itu. Biarkanlah ibu melihat muramnya wajahmu dan episode-episode
kemarahanmu.



Wahai Anakku!

Sisakan peluang di hatimu untuk berlembut-lembut dengan seorang wanita
renta, yang diliputi kerinduan dan dirundung kesedihan ini. Yang
menjadikan kedukaan sebagai makanannya dan kesedihan sebagai selimutnya.
Engkau cucurkan air matanya. Engkau membuat sedih hatinya dan engkau
memutuskan hubungan dengannya.



Ibu tidak mengeluhkan kepedihan dan kesedihan ibu kehadirat-Nya, karena
jika ibu adukan perkara ini ke atas awan dan ke pintu gerbang langit
sana, ibu khawatir hukuman akan menimpamu, dan musibah akan terjadi
dalam rumah tanggamu, lantaran kedurhakaanmu. Karena ibu teringat
peringatan junjungan kita Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

Senin, 14 Juni 2010 0 comments

DOA MENCARI JODOH

Ya Tuhanku,
Kalau dia memang jodohku,
dekatkanlah…
Tapi kalau dia bukan jodohku,
jodohkanlah…
Dan jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami berjodoh..

Ya Tuhanku,
Kalau dia bukan jodohku,
jangan sampai dia mendapatkan jodoh yang lain,
selain aku seorang…
Kalau dia tidak bisa dijodohkan denganku,
jangan sampai dia mendapatkan jodoh yang lain,
biarinkan dia tidak berjodoh sama seperti aku…
Dan pada saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali…

Ya Tuhanku,
Kalau dia jodoh orang lain,
putuskanlah! Jodohkanlah dengan ku…
Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain,
biarkanlah orang itu bertemu jodoh dengan yang lain
dan kemudian jodohkan kembali dia dengan ku…

Ya Tuhanku,
kabulkanlah doa dan permohonan hambamu ini…


NB : perlu kecerdasan tertentu untuk bisa tertawa...hehe

0 comments

Selalu Ada Jalan

Suatu saat, saya diultimatum oleh seseorang untuk mengembalikan uang investasinya dalam waktu 1 pekan (ceritanya panjang). Tidak terlalu besar, tetapi jumlahnya 2 kali lipat dari penghasilan bulanan saya. Bingung? Tentu saja, saya tidak memang uang sebesar itu. Tapi saya yakin dengan apa yang disebut “selalu ada jalan“.
Awalnya saya bingung. Saya berpikir keras untuk menemukan solusinya.  Saya teringat tentang bagaimana cara kita berpikir sehingga kita bisa “mengalahkan ketidakmungkinan”. Selintas, adalah tidak mungkin mengembalikan uang sebesar itu, dengan bekerja keras saja, paling tidak memerlukan 2 bulan untuk membayarnya. Sementara harus ada dalam 1 pekan. Tapi saya yakin, selalu ada jalan.

Saya yakin selalu ada jalan

Pertama: saya hanya melihat ke depan. Jika saya melihat masa lalu, memang sebuah hal yang mustahil dan membuat pesimis. Masa lalu tidak mencerminkan masa depan. Jadi, saya melupakan masa lalu. Saya membersihkan pikiran saya dari kungkungan masa lalu. Saya hanya fokus bahwa saya bisa mendapatkan uang sebesar ini.
Kedua: saya serahkan semuanya kepada Allah. Dengan berdo’a dan berdzikir kalimat-kalimat penyerahan diri.
Ketiga: saya ikuti inspirasi yang muncul di pikiran saya. Saya yakin itu adalah pertolongan Allah. Saya ikuti, saya ambil tindakan dengan penuh determinasi.
Seminggu berlalu…. apakah saya berhasil? Alhamdulillah, meski tidak 100%, saya bisa menghasilkan uang melebihi penghasilan saya sebulan, dalam 1 pekan. Masih kurang memang, tetapi kekurangannya masih bisa dinegosiasikan. Alhamdulillah… selalu ada jalan.

Hikmah yang bisa petik: jangan pernah menyerah sebelum bertarung. Masa lalu kita, sama sekali tidak menggambarkan masa depan. Artinya, pencapaian kita di masa depan bisa melebihi apa yang pernah kita capai di masa lalu. Serahkan semua kepada Allah, take massive action untuk menjemput pertolongan Allah. Insya Allah, selalu ada jalan.
selalu ada jalan
0 comments

setiap Musibah membuat kita semakin dekat Sang Khaliq ? ataukah semakin menjauh ?

Bismillahirrahmaani rrahiim " assalamu 'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Allah menghendaki kebaikan bagi yang mendapat musibah : Barangsiapa dikehendaki Allah kebaikan baginya maka dia diuji (dicoba dengan suatu musibah). (HR. Bukhari)


Di dalam hidup kita sehari-hari mengakrabi sebuah Musibah menjadikan kita menemukan Kebaikan. Musibah hadir sebagai bentuk ujian dalam hidup kita. Terimalah musibah yang menimpa diri kita dengan sabar dan instropeksi diri. Dengan demikian semoga musibah yang kita alami mengurangi dosa-dosa kita, meningkatkan kedewasaan kita dalam menjalani kehidupan sekaligus meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Ketika turun ayat: Barang siapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu, kaum muslimin merasa sangat sedih sekali, lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam . bersabda: Janganlah kamu sekalian terlalu bersedih dan tetaplah berbuat kebaikan karena dalam setiap musibah yang menimpa seorang muslim terdapat penghapusan dosa bahkan dalam bencana kecil yang menimpanya atau karena sebuah duri yang menusuknya. (Shahih Muslim No.4671)
Kehidupan masyarakat di perkotaan dipenuhi dengan kesibukan seolah tiada akhir hampir menjerat diri kita, luangkan waktu untuk kontemplasi atau merenung. Kita oleh Allah memberi hati agar kita senantiasa mengasah kepekaan tetapi kalau hati tidak pernah dilatih untuk peka atau sensitif, tentu saja hati kita menjadi berkarat dan tumpul. Itulah kenapa sebabnya ada orang yang bila mendapatkan ujian ada yang langsung mendekatkan diri kepada Allah atau malah semakin menjauh dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristighfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah. (HR. Al-Baihaqi)
Sudah sejauh manakah kita mengasah hati kita? sudah berapa akrabkah kita dengan hati kita? Apakah setiap Musibah membuat kita semakin dekat Sang Khaliq? ataukah semakin menjauh?

Saran-Saran dalam Islam menghadapi musibah dan cobaan

1.Jangan putus asa dari Rahmat Allah SWT
Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada seorang mukmin yang lemah dalam segala kebaikan. Peliharalah apa-apa yang menguntungkan kamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan jangan lemah semangat (patah hati). Jika ditimpa suatu musibah janganlah berkata, "Oh andaikata aku tadinya melakukan itu tentu berakibat begini dan begitu", tetapi katakanlah, "Ini takdir Allah dan apa yang dikehendaki Allah pasti dikerjakan-Nya. " Ketahuilah, sesungguhnya ucapan: "andaikata" dan "jikalau" membuka peluang bagi (masuknya) karya (kerjaan) setan." (HR. Muslim)

2. Jangan berhenti meminta perlindungan dari Allah SWT

Berlindunglah kepada Allah dari kesengsaraan (akibat) bencana dan dari kesengsaraan hidup yang bersinambungan (silih berganti dan terus-menerus) dan suratan takdir yang buruk dan dari cemoohan lawan-lawan. (HR. Muslim)

3.Ucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi Rajiun jika tertimpa musibah (tidak hanya atas kematian seseorang)

Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya "Laailaha illallah". Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan "Alhamdulillah" , jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan"Astaghfirullah" dan jika ditimpa musibah dia berkata "Inna lillahi wainna ilaihi roji'uun." (HR. Ad-Dailami)

Bagi yang akrab dengan sang hati, kita akan peka untuk menangkap pesan-pesan indah dari setiap peristiwa. Hati yang terasah dengan muhasabah atau instropeksi diri akan selalu memandang baik pada setiap persoalan, masalah dan Musibah dalam hidup yang menghampiri diri kita. Mari kita bermunajat kepada Allah, 'Wahai Sang Pemilik Hati setiap Insan, kondisikan hati kami untuk selalu konsisten di jalan lurusMu yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai.' Amin

Wassalam,


Andi .Muhammad
0 comments

laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik


'Dan katakanlah, 'Ya Tuhanku berikanlah ampun dan berilah rahmat dan Engkau pemberi rahmat yang paling baik.' (QS. al_mu'minun: 118).

Di dalam hidup ini terkadang kita menerima Pemberian dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan tidak terduga. Ada seorang Saudara yang bertutur pada keluarga saya malam itu , Suatu hari bahwa dirinya sedang berada di ruang tunggu Pukesmas untuk periksa kesehatan sambil menunggu giliran diperiksa tergeletak sebuah buku yang berjudul 'Menjadi Suami Yang Baik' Tiba-tiba ada seorang perempuan muda mengajak

berkenalan. Dari perkenalan itu akhirnya mereka Taaruf , ketika menjalani ke 3 bulan mereka memputuskan untuk khatibah dan akhir walimah . Belakangan ia tahu bahwa istrinya jatuh cinta karena buku yang dibacanya. Alasan istrinya sangat sederhana, 'lelaki itu belum menjadi seorang suami tetapi sudah berusaha untuk menjadi suami yang baik berarti di laki-laki yang baik.'

Sebenarnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan gambaran yang jelas dalam firman-Nya yang agung yang artinya: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula). Dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik.” (QS. An-Nur, 24: 26)

“Sesungguhnya di dalam tubuh anak Adam ada segumpal daging; apabila segumpal daging itu baik maka seluruh tubuhnya akan baik. Segumpal daging itu adalah hati.” (HR Muslim dan Baihaqi)


Dirinya mengaku sesungguhnya sangat berterima kasih kepada kepala pukesmas - mungkin juga perawatnya yang menyediakan buku itu diruang tunggu sebab sampai sekarang istrinya tidak tahu bahwa buku itu sebenarnya adalah buku yang disediakan diruang tunggu bukan miliknya.

namun begitulah cara Allah Subhanahu Wa Ta'ala penuh misteri dalam melimpahkan karuniaNya yang indah. Karunia itu hadir disaat kita tidak duga dan ditempat yang tidak disangka, bisa hadir dimana saja dan kapan saja tetapi ada satu yang hal tidak bisa dipungkiri yaitu karunia Allah akan selalu hadir kepada orang yang gemar berbuat baik bagi sesamanya.

syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah memaparkan, bahwa maknanya ialah para Nabi itu bersegera dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan, dan mereka juga melakukan kebaikan pada waktu-waktunya yang utama. Mereka pun berusaha untuk menyempurnakan amalan mereka itu dengan sebaik-baiknya. Mereka tidak mau meninggalkan sebuah keutamaan pun pada saat mereka sanggup untuk meraihnya. Mereka tidak mau menyia-nyiakannya, sehingga kalau kesempatan itu ada maka mereka pun bergegas untuk memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya… (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 530)



Wassalam,



Andi .Muhammad
0 comments

Dua Orang Sahabat

cerita sukses
Cerita sukses kali ini menceritakan dua orang sahabat yang sudah lama berpisah. Sekitar 5 tahun mereka berpisah karena tuntutan karir masing-masing yang berbeda. Setelah 5 tahun berpisah, dua orang sahabat ini bertemu di sebuah rumah makan tanpa sengaja. Rumah makan ini memang rumah makan favorite mereka. “Hai Joko, apa kabar?” kata Toni dengan wajah berbinar karena bertemu dengan sahabat lamanya. Kontan saja, Joko tesentak kaget karena tiba-tiba sahabatnya ada di depan mata.
“Alhamdulillah baik. Bagaimana dengan kamu? Terlihat makin sukses saja nich.” kata Toni.
“Alhamdulillah, kabar saya baik, juga dengan karir saya.” jawab Joko tak lepas dari senyum gembira.
“Kamu bekerja dimana?” tanya Toni.
“Saya bekerja di PT Bambu Kuning.” jawab Joko sambil tersenyum. Rupanya, Joko memang murah senyum.
Mendengar jawaban Joko, Toni sangat kaget campur kagum, “Hebat kamu… bisa diterima di PT Bambu Kuning. Gede donk gajinya?”
“Alhamdulillah sudah rezeki saya mungkin. Bagaimana dengan kamu?” Joko balik bertanya.
“Alhamdulillah, saya juga mendapatkan pekerjaan yang saya sukai. Namun tidak sebagus di Bambu Kuning. Mungkin nasib saya tidak masuk bekerja disana.” jelas Toni.
“Sebenarnya, kamu memiliki peluang besar untuk bekerja di Bambu Kuning. Seharusnya waktu itu kamu mencobanya.” jelas Joko. “Sebab, Bambu Kuning sebenarnya mencari orang dengan kualifikasi seperti kamu. Saya coba mencari kamu untuk memberitahu, tapi sayangnya kamu menghilang entah kemana.”
“Oh ya?” Toni tersentak kaget. “Apa saya bakal diterima disana?”
“Insya Allah… karena sudah lama Bambu Kuning mencari orang dengan kualifikasi yang kamu miliki. Plus rekomendasi dari saya kamu bakalan diterima. Bahkan, waktu itu, bos memarahi saya. Saya janji akan bawa kamu, tetapi gagal karena kamu menghilang.” jelas Joko.
Toni terdiam. Sebenarnya, Toni memiliki mimpi untuk bekerja di PT Bambu Kuning. Hanya saja, Toni tidak pernah mencoba sekali pun melamar ke perusahaan tersebut. Kini dia terhenyak. Bagaimana tidak… dia melewatkan kesempatan bekerja di tempat idamannya hanya karena dia tidak mau mencoba. Mata Toni mulai berkaca-kaca…
“Sebenarnya… saya ingin bekerja di Bambu Kuning. Hanya saja, saya merasa saya tidak pantas bekerja disana. Itu perusahaan elit, waktu itu saya berpikir kalau saya tidak akan diterima disana.” Jelas Toni agak terbata-bata.
“Lho koq?” Joko balik kaget. “Ton, kamu tau apa yang di pikiran saya? Saya selalu iri dengan kehebatan kamu dan kepandaian kamu. Saya pikir kamu lebih hebat dari saya. Kamu sendiri tau, kalau saya banyak belajar dari kamu. Kamu itu hebat, setidaknya lebih hebat dari saya.”
Toni hanya terdiam.. dia menyesal karena hanya karena tidak percaya diri, dia melewatkan peluang yang selama ini dia idam-idamkan.
“Sudahlah Ton… Lagi pula… kamu sudah bekerja di tempat yang kamu sukai.” kata Joko menghibur.
“Iya juga…” kata Toni sambil tersenyum. Senyum yang dipaksakan.
***

Hikmah Cerita Sukses Ini:

Anggapan yang salah terhadap diri kita, bisa menjadikan kita salah mengambil keputusan. Terutama keputusan untuk bertindak. Kita bisa banyak melewatkan kesempatan besar jika kita tidak percaya diri. Kita tidak tahu sampai dimana kemampuan kita sebenarnya. Kisah dalam cerita sukses ini hanya salah satu contoh.
Yang penting adalah kita harus terus menerus meningkatkan kepercayaan diri kita. Percaya diri bukan berarti hanya anggapan atau membohongi diri sendiri. Jika Anda mengikuti apa yang dijelaskan di video The Confidence Secret, Anda akan melihat bahwa Anda itu benar-benar hebat, bukan hanya anggapan atau membohongi diri sendiri. Tingkatkan kepercayaan diri Anda, dan saya tunggu cerita sukses dari Anda.
0 comments

Cara Berpikir Kritis


cara berpikir kritisUntuk memahami cara berpikir kritis, seberapa hari lalu, saya membuat sebuah pertanyaan untuk latihan dan mengetahui sejauh mana kita berpikir. Pertanyaan tersebut adalah:
Polisi: “Anda ditilang karena menerobos lampu merah.” Pengendara: “Saya melihat lampu hijau jadi saya jalan terus. Bapak cari-cari kesalahan saya saja!” Menurut Anda, siapa yang salah?
Ada 84 jawaban yang masuk. Setelah saya analisa satu persatu, ternyata ada 4 jawaban yang benar berikut dengan alasannya.
Sebenarnya, jawaban yang benar lebih dari 4, tetapi tidak menyertakan alasan atau alasan yang salah. Sementara keempat jawaban ini benar dan menyertakan alasan yang cukup kritis saat melihat permasalahan.
Saya memang sengaja membuat pertanyaan sedemikian rupa sehingga hanya orang yang tahu cara berpikir kritis saja yang akan bisa menjawab. Dan, ternyata hanya 4 orang saja. Artinya hanya sekitar 5% saja yang berpikir kritis.
Saya tidak tahu dengan sisanya. Apakah mereka menjawab dengan serius atau bercanda. Mudah-mudahan bercanda. Hanya saja jangan menjadi sebuah kebiasaan selalu melihat masalah dengan bercanda karena cara berpikir kritis akan hilang dari kita.
OK, ini jawaban yang menurut saya benar:
Akhmad Sehabudin:
pengendara yang salah, karena istilah menerobos lampu merah itu berarti lampu merah dalam keadaan menyala, nah si pengendara mengatakan saya melihat lampu hijau, tapi tidak jelas apakah hijau menyala atau tidak :D CMIIW
Robi Suherman:
pengendara…karena pengendara hanya menyebutkan bahwa dia melihat lampu hijau tetapi tidak menyebutkan dia melihat lampu hijau menyala…
Pelangi Digoel:
Ad 3 lampu, lampu merah, kuning, hijau. Pengendara cma lhat lmpu hijau bkn lampu hijau yg menyala. Jd dia yg salah. Hehe
Ganesha Van Walker:
Kalau saya…MenuruT pengalaman saya sama temend2 saya yg suka kena tilang…Yang salah tUw si pengendara…Krna dia Cuma liat lampu hijau yg sedang tidak menyala…
Memang banyak yang menjawab bahwa pengendara salah, tetapi tidak memberikan alasan atau alasan yang diberikan salah. Kuncinya disini ialah saya tidak menyebutkan lampu mana yang menyala secara langsung. Saya menyebutkan “menerobos lampu merah” yang mengandung makna bahwa lampu merahlah yang menyala.
Selamat untuk keempat orang tadi diatas yang tahu cara berpikir kritis dan menggunakan kemampuan tersebut sehingga mampu menangkap apa yang saya sembunyikan.
Hikmah: Mudah-mudahan kita menerapkan cara berpikir kritis saat menerima berita dari berbagai sumber sehingga tidak asal menerima berita begitu saja.
0 comments

Filosofi Hidup: Menulis Diatas Pasir


filosofi hidupSebuah filosofi hidup: menulis diatas pasir itu mudah. Tinggal ambil ranting kemudian buatlah sebuah tulisan. Anda bisa menulis sesuatu yang indah. Bahkan bukan hanya tulisan, istana pasir pun bisa dibuat dengan mudah.
Tahukah Anda, ada sesuatu dibalik kemudahan itu. Menulis diatas pasir memang mudah, tetapi mudah juga terhapus. Sapuan ombak lain, langsung menghapus tulisan indah yang sudah dibuat. Bahkan angin pun bisa menghapusnya.
Apa hikmahnya filosofi hidup ini?
Usaha dan hasil selalu berbanding lurus. Kita tidak bisa bermimpi untuk mendapatkan hasil yang bagus atau hebat tetapi dengan cara yang mudah. Untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, tentu diperlukan usaha yang lebih besar.
Untuk memilih profesi, mana yang Anda pilih yang sulit atau yang mudah? Semakin sulit sebuah profesi, imbalannya yang semakin besar. Jika Anda berharap mendapatkan profesi mudah dengan penghasilan besar, mungkin Anda hanya mimpi. Jika ada, artinya Anda hanya “diberi” bukan imbalan. Namun siapa yang mau memberi? Mungkin orang tua Anda atau sudara Anda. Tapi seberapa banyak orang yang seberuntung itu?
Stop. Hentikan mengandai-ngandai diri menjadi anak dari seorang billionaire. Lupakan saja, sebab ada hal penting yang perlu kita lakukan. Jika Anda ingin mendapatkan imbalan besar, maka langkah pertamanya ialah dengan berusaha memantaskan diri untuk menerima imbalan besar. Baik dalam dunia karir maupun bisnis, keduanya sama.
Ada yang berkata, “Saya memiliki pekerjaan sulit dan berat tetapi saya menerima gaji yang kecil. Apakah berlaku imbalan sebanding dengan usaha pada diri saya?”
Tetap berlaku, sebab orang tersebut memang pantasnya mendapatkan gaji sebesar yang dia terima. Serius. Jika dia memang pantas mendapatkan gaji yang besar, maka perusahaan akan menaikan gajinya atau dia akan direkrut oleh perusahaan lain yang akan membayarnya lebih besar. Kenapa tidak? Karena dia memang belum pantas. Dia harus memantaskan diri untuk mendapatkan imbalan yang lebih besar. Jika perusahaannya tidak benar, memangnya di dunia ini hanya ada satu?
“Tapi, sulit nyari kerja lagi.”
Nah.. itu dia. Jelaslah dia memang belum pantas. Dia mengatakan sulit.
Jadi, jangan hanya memilih yang mudah-mudah saja. Kita juga perlu mempertimbangkan imbalannya. Jika ingin imbalan yang lebih besar, maka pantaskan diri untuk menerimanya. Pasir pantai hanya pantas menjadi alat tulis sementara. Jika tulisan Anda ingin lebih tahan lama, tulislah diatas batu karang. Memang sulit, tetapi hasilnya jauh lebih lama.
Belajar dan pengembangan diri memang sulit, perlu waktu, investasi, dan pengorbanan. Tapi hasilnya akan sangat berarti. Mudah-mudahan filosofi hidup ini memberikan hikmah kepada kita.
0 comments

Kisah Dua Tukang Sol | Kisah Inspiratif

 
Mang Udin, begitulah dia dipanggil, seorang penjual jasa perbaikan sepatu yang sering disebut tukang sol. Pagi buta sudah melangkahkan kakinya meninggalkan anak dan istrinya yang berharap, nanti sore hari mang Udin membawa uang untuk membeli nasi dan sedikit lauk pauk. Mang Udin terus menyusuri jalan sambil berteriak menawarkan jasanya. Sampai tengah hari, baru satu orang yang menggunakan jasanya. Itu pun hanya perbaikan kecil.
Perut mulai keroncongan. Hanya air teh bekal dari rumah yang mengganjal perutnya. Mau beli makan, uangnya tidak cukup. Hanya berharap dapat order besar sehingga bisa membawa uang ke rumah. Perutnya sendiri tidak dia hiraukan.
Di tengah keputusasaan, dia berjumpa dengan seorang tukan sol lainnya. Wajahnya cukup berseri. “Pasti, si Abang ini sudah dapat uang banyak nich.” pikir mang Udin. Mereka berpapasan dan saling menyapa. Akhirnya berhenti untuk bercakap-cakap.
“Bagaimana dengan hasil hari ini bang? Sepertinya laris nich?” kata mang Udin memulai percakapan.
“Alhamdulillah. Ada beberapa orang memperbaiki sepatu.” kata tukang sol yang kemudian diketahui namanya Bang Soleh.
“Saya baru satu bang, itu pun cuma benerin jahitan.” kata mang Udin memelas.
“Alhamdulillah, itu harus disyukuri.”
“Mau disyukuri gimana, nggak cukup buat beli beras juga.” kata mang Udin sedikit kesal.
“Justru dengan bersyukur, nikmat kita akan ditambah.” kata bang Soleh sambil tetap tersenyum.
“Emang begitu bang?” tanya mang Udin, yang sebenarnya dia sudah tahu harus banyak bersyukur.
“Insya Allah. Mari kita ke Masjid dulu, sebentar lagi adzan dzuhur.” kata bang Soleh sambil mengangkat pikulannya.
Mang udin sedikit kikuk, karena dia tidak pernah “mampir” ke tempat shalat.
“Ayolah, kita mohon kepada Allah supaya kita diberi rezeki yang barakah.”
Akhirnya, mang Udin mengikuti bang Soleh menuju sebuah masjid terdekat. Bang Soleh begitu hapal tata letak masjid, sepertinya sering ke masjid tersebut.
Setelah shalat, bang Soleh mengajak mang Udin ke warung nasi untuk makan siang. Tentu saja mang Udin bingung, sebab dia tidak punya uang. Bang Soleh mengerti,
“Ayolah, kita makan dulu. Saya yang traktir.”
Akhirnya mang Udin ikut makan di warung Tegal terdekat. Setelah makan, mang Udin berkata,
“Saya tidak enak nich. Nanti uang untuk dapur abang berkurang dipakai traktir saya.”
“Tenang saja, Allah akan menggantinya. Bahkan lebih besar dan barakah.” kata bang Soleh tetap tersenyum.
“Abang yakin?”
“Insya Allah.” jawab bang soleh meyakinkan.
“Kalau begitu, saya mau shalat lagi, bersyukur, dan mau memberi kepada orang lain.” kata mang Udin penuh harap.
“Insya Allah. Allah akan menolong kita.” Kata bang Soleh sambil bersalaman dan mengucapkan salam untuk berpisah.
Keesokan harinya, mereka bertemu di tempat yang sama. Bang Soleh mendahului menyapa.
“Apa kabar mang Udin?”
“Alhamdulillah, baik. Oh ya, saya sudah mengikuti saran Abang, tapi mengapa koq penghasilan saya malah turun? Hari ini, satu pun pekerjaan belum saya dapat.” kata mang Udin setengah menyalahkan.
Bang Soleh hanya tersenyum. Kemudian berkata,
“Masih ada hal yang perlu mang Udin lakukan untuk mendapat rezeki barakah.”
“Oh ya, apa itu?” tanya mang Udin penasaran.
“Tawakal, ikhlas, dan sabar.” kata bang Soleh sambil kemudian mengajak ke Masjid dan mentraktir makan siang lagi.
Keesokan harinya, mereka bertemu lagi, tetapi di tempat yang berbeda. Mang Udin yang berhari-hari ini sepi order berkata setengah menyalahkan lagi,
“Wah, saya makin parah. Kemarin nggak dapat order, sekarang juga belum. Apa saran abang tidak cocok untuk saya?”
“Bukan tidak, cocok. Mungkin keyakinan mang Udin belum kuat atas pertolongan Allah. Coba renungkan, sejauh mana mang Udin yakin bahwa Allah akan menolong kita?” jelas bang Soleh sambil tetap tersenyum.
Mang Udin cukup tersentak mendengar penjelasan tersebut. Dia mengakui bahwa hatinya sedikit ragu. Dia “hanya” coba-coba menjalankan apa yang dikatakan oleh bang Soleh.
“Bagaimana supaya yakin bang?” kata mang Udin sedikit pelan hampir terdengar.
Rupanya, bang Soleh sudah menebak, kemana arah pembicaraan.
“Saya mau bertanya, apakah kita janjian untuk bertemu hari ini, disini?” tanya bang Soleh.
“Tidak.”
“Tapi kenyataanya kita bertemu, bahkan 3 hari berturut. Mang Udin dapat rezeki bisa makan bersama saya. Jika bukan Allah yang mengatur, siapa lagi?” lanjut bang Soleh. Mang Udin terlihat berpikir dalam. Bang Soleh melanjutkan, “Mungkin, sudah banyak petunjuk dari Allah, hanya saja kita jarang atau kurang memperhatikan petunjuk tersebut. Kita tidak menyangka Allah akan menolong kita, karena kita sebenarnya tidak berharap. Kita tidak berharap, karena kita tidak yakin.”
Mang Udin manggut-manggut. Sepertinya mulai paham. Kemudian mulai tersenyum.
“OK dech, saya paham. Selama ini saya akui saya memang ragu. Sekarang saya yakin. Allah sebenarnya sudah membimbing saya, saya sendiri yang tidak melihat dan tidak mensyukurinya. Terima kasih abang.” kata mang Udin, matanya terlihat berkaca-kaca.
“Berterima kasihlah kepada Allah. Sebentar lagi dzuhur, kita ke Masjid yuk. Kita mohon ampun dan bersyukur kepada Allah.”
Mereka pun mengangkat pikulan dan mulai berjalan menuju masjid terdekat sambil diiringi rasa optimist bahwa hidup akan lebih baik.
Sabtu, 12 Juni 2010 0 comments

Ayat Ayat Cinta



Film yang menggugah, film terheboh, teramai saat ini! Film “Ayat-ayat cinta” yang diangkat dari novel “ayat-ayat cinta”..Sudahkah anda menonton film ini?
Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar
Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah.  Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah.
Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan.

Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini.
Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.  Betul begitu? Sepertinya
pindah ke Mesir membuat hal itu berubah
Tersebutlah
Maria Girgis (Carissa Putri). Tetangga satu flat yang beragama Kristen
Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang
berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary
saja.  Lalu ada Nurul (Melanie Putria). Anak seorang kyai terkenal yang
juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada
gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani
membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara
Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.  Setelah itu ada Noura
(Zaskia Adya Mecca). Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri.
Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya
empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan
nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri
memperkosanya
Terakhir muncullah Aisha
(Rianti Cartwright). Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah
kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan
kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa
membohongi hatinya.  Lalu bagaimana bocah desa nan lurus itu menghadapi
ini semua? Siapa yang dipilihnya? Bisakah dia menjalani semua dalam
jalur Islam yang sangat dia yakini?
0 comments

God Knows – Tuhan Tahu



When you are tired and discouraged from fruitless efforts…
God knows how hard you have tried.
When you’ve cried so long and your heart is in anguish…
God has counted your tears.
If you feel that your life is on hold and time has passed you by…
God is waiting with you.
When you’re lonely and your friends are too busy even for a phone call…
God is by your side.

When you think you’ve tried everything and don’t know where to turn…
God has a solution.
When nothing makes sense and you are confused or frustrated…
God has the answer.
If suddenly your outlook is brighter and you find traces of hope…
God has whispered to you.
When things are going well and you have much to be thankful for…
God has blessed you.
When something joyful happens and you are filled with awe…
God has smiled upon you.
When you have a purpose to fulfill and a dream to follow…
God has opened your eyes and called you by name.
Remember that wherever you are or whatever you are facing…
GOD KNOWS
======
Bila Anda lelah dan putus asa dari upaya sia-sia …
Tuhan tahu seberapa keras Anda telah mencoba.
Bila Anda telah menangis begitu lama dan hatimu dalam penderitaan …
Tuhan telah menghitung air matamu.
Jika Anda merasa bahwa hidup Anda sedang ditahan dan waktu telah berlalu Anda dengan …
Tuhan sedang menunggu bersama Anda.
Ketika Anda kesepian dan teman-temanmu terlalu sibuk bahkan untuk panggilan telepon …
Tuhan sisi Anda.
Bila Anda pikir Anda sudah mencoba segalanya dan tidak tahu ke mana harus berpaling …
Tuhan memiliki solusi.
Ketika tidak ada yang masuk akal dan Anda bingung atau frustrasi …
Tuhan memiliki jawabannya.
Jika tiba-tiba pandangan Anda yang cerah dan Anda menemukan jejak-jejak harapan …
Tuhan telah berbisik kepada Anda.
Ketika segala sesuatu berjalan dengan baik dan Anda memiliki banyak untuk berterima kasih atas …
Tuhan telah memberkati Anda.
Ketika sesuatu yang menyenangkan terjadi dan kamu dipenuhi dengan kagum …
Tuhan telah tersenyum kepadamu.
Bila Anda memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk mengikuti …
Tuhan telah membuka mata dan memanggil Anda dengan nama Anda.
Ingat bahwa di manapun Anda berada atau apa pun yang Anda hadapi …
Tuhan TAHU
0 comments

10 Proven Methods To Get More Happiness With Less Stress

motivasi bahagia1. No Act Rule. Don’t react so quickly to things, especially negative circumstances. Sometimes we stress ourselves out by acting too fast and regretting it later. The negative email response we send out, the emotional yelling at an argument, etc. Some things are better left to be thought about and some reactions are better to be delayed. Give yourself some cooling off time.
2. Fact Only (No Interpretations). See things in terms of facts, not your interpretation. Your friend didn’t call you like he promised. Fact: He didn’t call you. Interpretation: He’s forgotten about you. Just react on the facts. Your interpretations may be wrong and they’re just going to give you unneccesary stress.
3. No Emotion. Try to live life with less or no emotion. Emotions are fleeting and they make our states go UP and DOWN. When it’s up, it’s great! But when it’s down, we feel stressed. Try to flatten your emotion. Everything is just IS.
4. Focus on Solution, not the Problem. Look for solutions in your challenges. Dwelling on the problem and how bad your life is won’t help. Focusing on solutions unleashes your resources.
5. Know What You Want. Motivate yourself forward by having clear goals. Visualize them clearly and you will have the drive to go through the challenges necessary to achieve them.
6. Set Some Rules to Achieve Your Goals. Now that you’ve got a goal, what are the rules you must obey to achieve them? For him, it was a more balanced and healthier life. So Rule #1: No Work on Weekends. Set it, obey it… and your life will change.
7. Change Your Environment. Find people that will support your rules. Change your environment, friends, work if necessary. The #1 person in your life is YOU.
8. Say YES!! Yes to opportunities, fun things, new people, and anything that will get you to where you want to go.
9. What Other People Think is Not Important. You can spend your life trying to be “acceptable” to everyone and it willl never be achieved. Just set your goals and be true to yourself. You are a beautiful creation.
10. Remember the Law of Diminishing Returns. Something that may work well will also diminish in effectiveness over time. Always learn something new so that you will have new ideas and strategies to sustain the peace and happiness in your life.
Jumat, 11 Juni 2010 0 comments

Lessons of Life – Pelajaran Kehidupan



I feared being alone until I learned to like myself.
I feared failure until I realized that I only fail when I don’t try.
I feared success until I realized that I had to try in order to be happy with
myself.
I feared people’s opinions until I learned that people would have opinions about me anyway.
I feared rejection until I learned to have faith in myself.
I feared pain until I learned that it’s necessary for growth.
I feared the truth until I saw the ugliness in lies.
I feared life until I experienced its beauty.
I feared death until I realized that it’s not an end, but a beginning.
I feared my destiny, until I realized that I had the power to change my life.
I feared hate until I saw that it was nothing more than ignorance.
I feared love until it touched my heart, making the darkness fade into endless
sunny days.
I feared ridicule until I learned how to laugh at myself.
I feared growing old until I realized that I gained wisdom every day.
I feared the future until I realized that life just kept getting better.
I feared the past until I realized that it could no longer hurt me.
I feared the dark until I saw the beauty of the starlight.
I feared the light until I learned that the truth would give me strength.
I feared change, until I saw that even the most beautiful butterfly had to
undergo a metamorphosis before it could fly.
~Bobbete Bryan
=====
Pelajaran Kehidupan
Aku takut sendirian sampai aku belajar seperti diriku.
Aku takut kegagalan sampai aku menyadari bahwa aku hanya gagal jika saya tidak mencoba.
Aku takut kesuksesan sampai aku menyadari bahwa aku harus mencoba untuk menjadi bahagia dengan diriku.
Aku takut pendapat orang sampai aku belajar bahwa orang-orang punya pendapat tentang padaku.
Aku takut penolakan, sampai aku belajar untuk memiliki iman dalam diriku sendiri.
Aku takut sakit sampai aku belajar bahwa itu perlu untuk pertumbuhan.
Aku takut kebenaran sampai aku melihat keburukan dalam kebohongan.
Aku takut hidup sampai aku mengalami keindahannya.
Aku takut pada kematian sampai saya menyadari bahwa itu bukanlah suatu akhir, tapi sebuah awal.
Aku takut takdir saya, sampai saya menyadari bahwa aku memiliki kekuatan untuk mengubah hidup saya.
Aku takut benci sampai aku melihat bahwa semuanya itu tidak lebih dari kebodohan.
Aku takut cinta sampai menyentuh hatiku, membuat kegelapan memudar menjadi tak berujung cerah hari.
Aku takut ejekan sampai saya belajar bagaimana untuk tertawa pada diriku sendiri.
Aku takut menjadi tua sampai saya menyadari bahwa saya memperoleh kebijaksanaan setiap hari.
Aku takut masa depan sampai aku sadar bahwa hidup terus membaik.
Aku takut masa lalu sampai aku menyadari bahwa hal itu tidak bisa lagi menyakitiku.
Aku takut gelap sampai aku melihat keindahan cahaya bintang.
Aku takut cahaya, sampai aku belajar bahwa kebenaran akan memberiku kekuatan.
Aku takut perubahan, sampai aku melihat bahwa bahkan yang paling indah kupu-kupu harus mengalami metamorfosis sebelum bisa terbang.
Setiap hal jika kita pelajari dengan positif, akan ada hikmah yang terkandung didalam setiap peristiwa. Positiflah dalam melihat segala sesuatu.. ada pelajaran yang dapat kita ambil
 
;